Memahami Rabun Dekat dan Rabun Jauh pada Mata Banyak orang
Memahami Rabun Dekat dan Rabun Jauh pada Mata
Banyak orang bertanya bahwa kacamata baca digunakan untuk membantu penglihatan pada mata rabun dekat. Umumnya, ketika seseorang memasuki usia sekitar 38 tahun ke atas, kemampuan mata untuk melihat benda dekat mulai mengalami penurunan. Karena itu, sebagian orang mulai kesulitan membaca tulisan kecil.
Ada yang tanpa sadar menjauhkan bacaan agar terlihat lebih jelas. Ada juga yang memicingkan mata ketika membaca supaya tulisan dapat terlihat lebih fokus. Kondisi seperti ini pada usia tertentu termasuk hal yang wajar karena kemampuan lensa mata mulai berkurang seiring bertambahnya usia.
Namun yang perlu menjadi perhatian adalah ketika usia belum mencapai sekitar 38 tahun tetapi sudah mengalami rabun dekat atau penglihatan dekat mulai kabur. Kondisi ini sebaiknya mulai diwaspadai dan diperhatikan penyebabnya. Berbeda dengan mata minus atau rabun jauh, yang memang dapat terjadi pada berbagai usia, baik anak muda maupun orang tua.
Dalam pengalaman sehari-hari, kasus rabun jauh atau minus jumlahnya terkadang lebih sedikit dibandingkan rabun dekat atau plus. Sebagian orang berpendapat bahwa mata minus sering berkaitan dengan faktor keturunan. Misalnya, apabila orang tua memiliki mata minus, maka salah satu anaknya juga berpotensi mengalami kondisi yang sama.
Walaupun demikian, hal tersebut tidak bisa dijadikan ukuran mutlak. Ada juga orang yang mengalami minus padahal orang tuanya tidak memiliki riwayat mata minus. Karena itu, kemungkinan besar faktor keturunan hanyalah salah satu penyebab.
Selain faktor genetik, kondisi mata juga bisa dipengaruhi oleh faktor luar, seperti pola makan, kebiasaan melihat, penggunaan mata yang berlebihan, kurangnya istirahat, hingga pengaruh pikiran dan perasaan. Tubuh manusia bekerja sebagai satu kesatuan, sehingga apa yang dikonsumsi dan apa yang dirasakan dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan, termasuk kesehatan mata.
Karena itu, menjaga kesehatan mata tidak hanya sebatas menggunakan kacamata, tetapi juga menjaga pola hidup, makanan, dan keseimbangan pikiran agar tubuh dapat bekerja dengan lebih baik.
Wallahu a’lam bishshawab.
Comments
Post a Comment